Minggu, 04 Oktober 2015

Catatanku Yang Pertama

Hi Guys
Salam kenal untuk kita semua

Pertama-tama saya ucapkan "Selamat Datang" di Blog saya. Blog ini memang hanya blog biasa, tapi disini saya bisa berbagi tentang keseharian, cerita, kejadian, dan pengalaman yang saya alami dan barangkali dapat berguna bagi teman-teman semua. 

Oke, hari ini saya ingin membagikan cerpen yang saya buat sendiri, awalnya sih cuman untuk melengkapi nilai tugas bahasa indonesia disekolah tapi saya kira dapat saya bagikan untuk teman-teman , siapa tau dapat berguna sebagai bahan bacaan disaat senggang. Selamat Membaca 


MATI !!!!

Leonni Johan



Kring…kring…
Alarmku berbunyi nyaring disebelah tempat tidurku, membuat tanganku perlahan bergerak keluar dari selimut untuk menekan salah satu tombol dialarm itu untuk menghentikan teriakan selamat paginya.

Perlahan kubuka selimut yang menutupi wajahku, lalu terdiam aku menatap langit-langit kamarku sekedar untuk memastikan kalau aku benar-benar ada di duniaku. Hhhh, desahku panjang sambil mengusap keringat dikeningku yang hampir membuat bajuku basah semua.

Semalam aku bermimpi, mimpi yang mengerikan. Aku bermimpi, aku melihat diriku menangis sambil memandangi seorang gadis dan laki-laki muda yang berbaring lemas dan dengan bibir yang mulai membiru. Dan..dan dibelakangku tampak seseorang laki-laki tersenyum sambil menatapku dengan wajah seolah-olah ia bahagia melihatku menangis. Dan senyumannya terlihat Mengerikan!!

Kupejamkan mataku, berusaha mengingat-ingat lagi, apa yang sebenarnya terjadi saat itu. Namun usahaku sia-sia, aku tidak mengingat kejadian itu lagi. Ku lirik sekelilingku, tanpa sadar mataku tertuju pada alarm diatas mejaku dan kulihat waktu menunjukkan pukul 6.30. “Astaga, udah jam segini!!” teriakku kaget. Hari ini adalah hari senin dan itu berarti aku hanya punya waktu 25 menit untuk bersiap-siap. Segera aku bangkit dari tempat tidur dan bersiap-siap untuk mandi lalu berangkat sekolah.

Teng..teng..teng..

Bel sekolah terdengar nyaring dari ujung jalan dekat sekolahku tanda kalau aku harus segera mempercepat jalanku namun begitu hendak memasuki gerbang sekolah, aku melihat seseorang yang berdiri diseberang jalan menatapku dengan tatapan yang amat serius dan entah kenapa aku merasa ketakukan begitu melihat ia memperhatikanku. Aku terdiam sejenak lalu aku menoleh kearah orang tersebut untuk memastikan kalau yang ia perhatikan adalah aku. Namun saking serius memperhatikannya aku tidak menyadari kalau gerbang sekolahku sudah hampir ditutup. Dan “Kriet...” gerbang sekolahku akhirnya ditutup dan berarti aku tidak bisa lagi masuk. Lalu dengan setengah berteriak, aku memanggil pak satpam yang tadi menutup gerbang itu untuk memintanya membukakan gerbangnya lagi agar aku bisa masuk namun entah mengapa ia seperti TIDAK MENDENGAR SUARAKU.

Dengan wajah yang lesu kulihat kembali orang yang tadi ada disebrang jalan,sekedar untuk memastikan kalau aku tidak salah melihat. Dan ia ada, ia juga masih menatapku. Namun  kali ini tatapannya terlihat sedih seperti iba kepadaku dan entah mengapa aku tidak suka itu.

Perlahan kukumpulkan keberanianku untuk mendatangi orang disebrang jalan itu dan bertanya kenapa ia melihat ku dengan tatapan seperti itu, apakah ia mengenal aku? Atau jangan-jangan ia penguntit!!. Aku kembali merasa deg-degan sekaligus ketakutan. Tapi aku penasaran tentang orang itu, aku ingin tau siapa dia? Dan ada perlu apa ia denganku?. Akhirnya aku putuskan “Aku akan menemuinya!”. Namun saat aku berdiri pinggir jalan hendak menyebrang. Tiba-tiba jantungku berdegup sangat kencang, ditelingaku terngiang-ngiang bunyi deruh mesin yang keras, juga suara teriakan orang-orang memanggil namaku, tanganku pun mendadak gemetaran, bahkan aku tak sanggup lagi untuk berdiri.

“Kamu tidak apa-apa?” Tanya orang disebelahku lembut.

Entah mengapa begitu mendengar suara orang tersebut, aku merasa begitu ketakutan. Ada apa ini? Teriakku dalam hati.

“Sini biarku bantu” ujarnya lagi sambil mengulurkan tangannya. Dan dengan ragu aku memegang tangannya lalu beranjak berdiri. Namun begitu aku berdiri sambil masih memegang tangannya, aku terkejut dengan apa yang kulihat. Bukankah dia..dia..dia orang yang melihatku disebrang jalan tadi!!. Namun belum sempat aku bertanya, tiba-tiba aku teringat kembali kejadian mengerikan yang ada dalam mimpiku semalam. Saat itu aku bersama dengan seseorang yang tidak kukenal dan dia, dia mirip sekali dengan orang yang saat ini berdiri disampingku. Waktu itu kami berjalan bersama sepulang sekolah. Ketika hendak menyebrang, ada sebuah truk yang melaju dengan kecepatan tinggi hendak melewati jalan yang kami sebrangi aku berhenti sebentar untuk menunggu truk tersebut lewat. Namun laki-laki itu, ia tidak menyadari kalau truk tersebut berada tak jauh darinya, ia tetap berjalan santai melewati jalan itu. Semua murid sekolah disekitarku berteriak memanggil laki-laki itu tetapi ia tidak mendengarnya dan tanpa sadar kakiku  bergerak berlari menuju laki-laki itu dan aku, aku tidak mengingat lagi apa yang terjadi.

Lalu aku melihat kembali mimpi itu. Aku menangisi dua orang yang berbaring lemah dihadapanku dengan bibir yang mulai membiru  dan salah satu dari orang itu adalah AKU!!!.

Kemudian aku mendengar seseorang itu berbisik ditelingaku

”Kamu sudah ingatkan?”

Jantungku mendadak berdegup kencang begitu mendengar ia mengatakan itu. Lalu dengan tubuh yang mulai gemetaran aku bertanya kepada seseorang disampingku itu

“Itu bukan aku kan?”

Ia menggeleng lembut sambil tersenyum kepadaku dengan wajah yang terlihat bahagia lalu berkata

“Tidak, itu  memang kamu” 

“Deg!!” Tubuhku mendadak kaku mendengar ia berkata seperti itu. Lalu ia berkata di telingaku dengan senyumnya yang semakin mengembang.

“Ya kamu. Tidak, kita, kita memang sudah MATI!!!”


~The End~